Minggu, November 16, 2008

Seminar Pustakawan di Jogja


Tanggal 10 s.d. 12 nopember 2008 kemarin, aku ikut seminar perpustakaan keliling dan folklore dari negara asean dan Rakerpus XV Ikatan Pustakawan Indonesia di Jogja. Dengan peserta lebih dari 500 pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia. Aku juga sempat-siapa tahu- cari peserta dari Bumiayu atau purwokerto tapi malah ketemu teman lama dari pekalongan, mas Pri, waktu diklat di Jakarta.Bertempat Hotel Inna Garuda yang terletak di Jalan Malioboro seminar ini dibuka di candi prambanan sembari melihat pertunjukan sendratari ramayana di Indoor prambanan. Jadual acara yang begitu padat mulai pagi sampai malam hari sekitar jam 22.00 membuat banyak peserta kecapaian dan tidak nyaman. Banyak teman-teman dari daerah yang menyempatkan jalan-jalan ke jalan paling legendaris di jogja disela-sela seminar berlangsung. Untuk menghilangkan kantuk, kata teman dari Palembang. bahkan ada peserta dari Kalimantan yang menyempatkan berkunjung ke Candi Borobudur...


Kekurangsiapan panitia terlihat dengan belum dibaginya makalah ketika seminar yang menghadirkan pemakalah dari negara Asean. Forum yang -menurut aku- sangat strategis untuk meningkatkan keprofesionalan dan daya tawar pustakawan belum ditangkap oleh teman-teman pustakawan. Masih terkesan sebagai refresing dari kepenatan mengurusi buku ..

Pada kesempatan ini, aku juga bisa berfoto dengan pak Dedy Rachmananta, kepala Perpustakaan Nasional, dan minum kopi jos khas Jogja, yaitu kopi yang dikasih areng ..serta ketemu dengan Mbak Tanti dan Prio yang setidaknya membuka otak kanan aku untuk memulai berbisnis ...



Kamis, Oktober 30, 2008

Mudik pakai Innova dapat Nokia lagi ..


Mudik tahun 2008 ini begitu banyak berkah yang menghampiri keluargaku. Setelah memperoleh fasilitas mudik gratis selama 7 hari dengan tujuan Bumiayu-Brebes dari sariwangi berupa mobil innova beserta pengemudinya, merchandise dari unilever, uang bensin dan makan sebesar 2 juta , kemarin dapat hadiah lagi dari penulisan esai tentang mudik berupa nokia 1680. Mudik Make Over adalah judul Esai yang menempati juara 2 juga sudah aku tampilkan di blog ini. Pengumuman lomba foto dan esai dimuat di harian Jawa Pos edisi Minggu tanggal 19 Oktober 2008.

Melaui kesempatan ini, disampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak Unilever, Sariwangi, Pak Wimbo Wibowo dari Trac Astra Rent Car, yang dengan sabar mengemudikan dan menemani kami selama mudik, Mas Ian dan mas Sutan dari Oze selaku event organiser. Semoga amal ibadah mereka dibalas oleh Allah Swt.

Pelajaran yang aku dapat mudik kali ini adalah teruslah bermimpi dan berusaha karena kata Arai kepada Ikal dalam buku Edensor, Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk erat mimpi-mimpi kita ...

Minggu, Oktober 12, 2008

Mudik Make Over


Before …
Bapak : “ Bu, tiket bus habis sampai H+7, travel juga. Aduh gimana nich ? Carter mobil ? Berapa uang ? Ya gak mungkin lah … lagian tahun ini gak ada THR. Masih harus bayar cicilan rumah, Aduh …Mungkin gak mudik tahun ini ?”


Ibu : “ Bapak gimana sich. Udah kemarin-kemarin Ibu ingatkan tiket … tiket…tiket..! Kalau kepaksa ya bus ekonomi aja, tapi gimana Ais dan Faza ... kasihan ..! Aku khawatir mereka sakit. Stress aku ... bawaan gak sedikit ... gimana bawanya ?.. belum lagi dana mempet...Ngapain sich harus mudik ?!! ....


After ( dapat hadiah Sariwangi Mudik Gratis 2008)


Bapak : ” Bu, jangan sampai lupa ada yang ketinggalan, udah diperiksa check listnya. Oh ya ... hadiah lebaran Ibu-Bapak jangan ketinggalan. Ais, Faza ... mainannya boleh dibawa ! ”


Ibu : ” Pak, nanti kita ke Lik Sim, Mbah Dari, Lik Piyah, Lik Maliha, pokoknya ke semua saudara ya ..”.


Bapak : ” Beres.. ”.


Ais : ” Pak, ke Batu Raden ya, ke Agro wisata Kebun teh Kaligua , juga ke Kraton Solo ya ? ”


Bapak : ” Ok ! Bu, kamu mampir ke Pekalongan kan, ke Klewer juga kan?”


Ibu : ” Pokoknya semua nyaman, senang dan sehat !”


Bapak, Ibu , Ais dan Faza : “ Terima kasih Sariwangi ... Karena nikmatnya teh asli Sariwangi, Mudik tahun ini, asli nikmatnya ...”.


Di tulis untuk lomba esai pemenang mudik gratis sariwangi 2008

Jumat, Oktober 10, 2008

Kunjungan RI 1

Pada tanggal 13 Okotober 2008 , Presiden SBY akan meresmikan dan mengunjungi Rumah Pintar Yonkes Kostrad Singosari Malang. Dalam kesempatan itu juga diberikan bantuan mobil pintar kepada beberapa kesatuan di Kota Malang dan sekitarnya yang berjumlah 19 unit mobil. Untuk memperlancar acara tersebut, Perpustakaan Kota Malang diminta bantuannya untuk membenahi dan membina Perpustakaan.
Tampak berbagai kesibukan yang sungguh sangat luar biasa sibuk. Mobilisasi tampak di sana-sini, maklum saja yang berkunjung adalah orang nomor satu negeri ini. Mulai dari jalan masuk-yang mengerahkan seluruh staf kabupaten Malang- untuk bekerja bakti membersihkan dan mempercantik jalan, kesibukan menyelesaiakan rumah pintar dan isinya, perbaikan jalan, penanaman pohon dan bunga, juga termasuk aku yang sibuk membantu mengolah buku yang akan disajikan di perpustakan rumah pintar. Serba SIAP kata teman-teman tentara dan memang harus siap ketika atasan memerintahkan.
Begitulah kiranya gambaran kalau ada penggede di negeri kita yang akan berkunjung/meresmikan sesuatu. Serba kilat... serba cepat ... serba hebat ... seperti kisah 1000 candi yang harus dibangun oleh Bandung Bondowoso dan harus SIAP .....!!!!

Kamis, September 18, 2008

Allah mengaduk-aduk hati kami

Anugerah yang luar biasa ketika bertemu dengan orang tua saat mudik benar-benar aku rasakan saat ini. Alhamdulillah patut aku panjatkan karena telah diberikan nikmat yang berlipat dari Allah SAW. Pada tanggal 13 September, Istriku ditelepon oleh pihak Unilever berkenaan dengan undian mudik gratis sariwangi tahun 2008. Katanya untuk pendataan awal saja dan pengumumannya tanggal 19 September pada harian Jawa Pos dan Kompas. Berbunga-bunga hati kami waktu itu. Aku dan istri akan menyimpan 'rahasia' ini rapat-rapat sampe pengumuman pemenang betul-betul keluar.
Pertanyaan besar timbul, pengundian tanggal 12 dan ditelpon tanggal 13 berarti apa ?
apa hanya pendataan saja atau sudah ada pemenangnya. Tapi kami sempat yakin kalau dihubungi pertelpon berarti amplop yang dikirimkan istriku sudah dibuka berari ...
dan Perkabaran dari Allah, begitu aku menyebutnya, adalah ketika membayar tiket travel, aku disuruh bayar tanggal 20 .. hati kami tambah berbunga-bunga ..Perkabaran yang ketiga adalah ketika kami membeli risoles/lumpia untuk orang tadaursan di masjid, pas di depan duduk kami, nongkrong dengan elegannya Toyota Inova.
Bunga-bunga kami sempat layu setelah aku brosing di internet bahwa ada pemenang yang mengaku sudah dapat surat pemberitahuan .. lemas dan sebagainya bercampur aduk, itu terjadi pada tanggal 18 malam. Rencana-rencana yang sudah kami buat jadi berantakan semuanya.
19 September 2008 jam 05.45 .. Allahu Akbar Nama DIANA NUR UTAMI, SPD tercantum di daftar 100 pemenang mudik gratis sariwangi tahun 2008 dengan tujuan BUMIAYU-BREBES ..
La haula wala kuata ilah bilah ... Ya Allah engkau telah mengaduk-aduk hati kami selama satu minggu ..Terimakasih ya Allah .... terimakasih istriku ...

Senin, September 08, 2008

Bumiayu ... No Place Like Home

Mendekati lebaran, khusuknya ibadah puasa mulai terusik. Mulai dari memikirkan baju baru, mempersiapakn kue lebaran, atau mudik bagi yang kerja di luar kampung halaman. Tradisi mudik sudah menjadi kegiatan rutin tahunan yang ada hanya di Indonesia setiap lebaran tiba. Perlu persiapan biaya, pikiran dan tenaga agar perjalanan untuk menemui orang tua atau handai taulan, bisa berjalan lancar. Untuk sebagian orang momen seperti ini memang sudah ditunggu-tunggu, mudik bisa menjadi motivasi pembuktian keberhasilan seseorang setelah bekerja keras selama bertahun-tahun di tanah rantau.

Bagiku, mudik berarti ketemu orang-orang yang paling aku cintai dan sayangi. Ketemu sama Bapak dan Mamah adalah karunia yang tak terhingga. Bercengkarama dengan mas, mbak dan adik-adik adalah momen luar biasa dan bertemu dengan saudara dan teman-teman masa kecil adalah kenangan sangat indah .. Makan sogol, mendoan, kupat tahu, petis adalah Mak nyuss....

Mungkin ada bermacam alasan lain untuk mudik dan alasan lain aku mudik, karena Bumiayu rasanya tidak bisa tergantikan .. No place like home ...

Catatan : Mudik kali ini adalah mudik kali pertama untuk anak keduaku, Faza

Kamis, September 04, 2008

Bioskop Sena

Ketika saat membaca buku yang berjudul Sang Pemimpi tiba pada bagian Bioskop, aku jadi teringat bioskop sena bumiayu. Buku Sang Pemimpi ini adalah bagian dari tetralogi Laskar Pelangi,. Pada buku karangan Andrea Hirata itu diceritakan, karena untuk pelajar dilarang menonton, Ikal, Jimbron dan Arai punya rencana masuk ke bioskop dengan masuk lewat atap dan menunggu sampai 20 jam hanya karena tergoda poster besar yang menampakan perempuan dengan pakaian bikini. Suasana di bioskop yang semarak bila peran protagonis muncul dengan siutan dan tepuk tangan juga sangat mirip dengan suasana bioskop yang letaknya hanya 50 meter dari rumahku.

Bioskop Sena pernah mencapai puncaknya ketika belum muncul VCD Player dan televisi swasta sekitar tahun 1985 ke bawah. Penonton selalu memadati bioskop yang ada satu-satunya di kota Bumiayu waktu itu. Untuk Film best seller, bisa dipastikan penonton akan kesulitan mendapatkan tiket dan itu berarti surga bagi para calo tiket seperti ; Kardi, Koco, Wardi, Penjol, Karjon, Sisho dan lain-lain. Dengan modal tenaga, mereka bisa meraup pundi-pundi rupiah yang sangat lumayan waktu itu.Pundi-pundi itu akan semakin besar bila diputar film mid-night.

Untuk anak-anak kecil yang pengin nonton, kadang mereka ikut orang dewasa yang akan masuk ke bioskop meskipun tidak kenal. Kalau mujur, mereka bisa lolos, kalau penjaga semacam Bah Beger, Pak Dukro atau Maliki telilti, mereka bakal dibentak untuk keluar.Karena ketatnya penjagaan, Urip Sanud, tetanggaku yang sekarang jadi guru fisika, punya rencana yang persis dengan Ikal, Jimbron, dan Arai dalam buku Sang Pemimpi. Urip masuk bioskop ketika bioskop dibersihkan. Sebelum Bapak yang menyapu itu menutup pintu, Urip menyelinap masuk dan sembunyi di bawah bangku. Tapi celakanya karena alasan teknis, bioskop tidak jadi diputar. Terkurunglah Urip selama hampir 10 jam. Urip menangis sejadi-jadinya dan minta dibukakan pintu.

Hampir seperti bioskop-bioskop yang lain di Indonesia, Bioskop Sena tidak bisa mengikuti persaingan dengan televisi swasta dan maraknya VCD Player. Bioskop yang penuh kenangan itu hampir ambruk dalam arti yang sebenarnya. Gedung yang besar dan luas itu terlihat kusam dan tinggal menunggu waktu saja ...